Minggu, 14 Juni 2015

Rasa keputus asaan yang mendera dalam hati

Ya Allah rasanya hati ini begitu perih, igin rasanya berteriaak kencang, namun hamba tak mampu untuk melakukan hal itu, rasanya putus asa itu datang kembali, apa yang dapat hamba perbuat Ya Allah ? hamba benar - benar membutuhkan tuntunan-MU dan petunjuk dari-MU Ya Rab, hamba ingin sekali menjadi pribadi yang tegar dan lebih baik lagi, menjadi sosok muslimah yang sholeha, anaka yang berbakti sekaligus dapat membanggakan orang tua, ingin rasanya hamba membuang rasa keputusasaan yang mendera, hamba benar - benar membutuhkan Engkau Ya Allah. Semoga Engkau menggolongkanku sebagai hamba yang mendapat petujuk dari-MU,AMIIN

Selasa, 05 Agustus 2014

cerpenku - tak memilih keduanya

Cerita ini berlangsung beberapa tahun yang lalu. Cerita yang  berawal dari sebuah  pertemanan  yang  terjalin  sangat baik antara aku dan  sahabat – sahabatku kala itu. Yuis, begitulah keluarga dan teman – temanku memanggilku, aku yang merupakan  seorang pelajar di sebuah sekolah. Semua berawal dari cerita indah hingga pada  suatu hari tiba - tiba semuanya berubah begitu saja tanpa di duga, membuatku tercengang dan teramat kaget.
 Di pagi yang cerah seperti biasanya aku memulai aktivitasku dengan penuh semangat, aku bangun kemudian langsung bergegas ke kamar mandi, setelah selesai mandi aku langsung sholat lalu bergegas ke kamarku untuk berdandan dan  mengenakan seragam sekolahku. Setelah itu aku pun bergegas ke ruang makan untuk sarapan karena seperti biasanya, aku tidak di perbolehkan berangkat ke sekolah  oleh  ibu jika tidak sarapan terlebih dahulu, selesai sarapan aku pun langsung berpamitan pada ibu dan ayah.
“Ibu, Ayah, Yuis berangkat dulu ya …… ,”Oh iya, ada yang lupa, ibu mana uang sakunya untuk Yuis,” kataku pada ibuku sambil tersenyum. “Hemmm …. Kalau  yang  satu itu Yuis  memang tidak pernah lupa ya, ini uang sakunya, inget jangan jajan banyak – banyak ya, biasakan sisanya di tabung.”sahut ibu. “Iya, ibuku tersayang.” sambil nyengir. Kemudian mengambil sepeda dan hendak  berangkat ke sekolah. “Ibu, Ayah, Yuis berangkat ya, Assalamualaikum …….. “kataku. “Waalaikumsalam.”sahut ibu dan ayah.
Sesampainya di sekolah aku segera meletakkan sepedaku pada tempat parkiran biasanya dan segera beranjak ke kelas, sesampainya di kelas, seperti biasanya, aku menyapa teman – temanku. Tak terasa tiba – tiba bel berbunyi tanda pelajaran akan segera dimulai, sebelum pelajaran di mulai kami pun membaca doa bersama – sama terlebih dahulu, itulah  tradisi yang selalu kami  lakukan  setiap  mengawali  pelajaran dan juga pada saat mengakhiri pelajaran, kami pun selesai berdoa.
Kemudian guru kami pun memulai pelajarannya seperti biasanya. “baiklah anak – anak kali ini kita akan mempelajari tentang pembelahan sel.”kata guru kami. Tak terasa pelajaran pun telah berlangsung selama 2 jam lamanya, waktunya berganti mata pelajaran lainnya. Begitu seterusnya. Bel  pun  berbunyi lagi  tanda waktu istirahat, aku dan sahabat – sahabatku, segera beranjak keluar dari kelas dan mengajak mereka membeli beberapa makanan ringan di kantin sekolah kami.
“Nisa, Mifta, Upik, Putri ayok ke kantin, aku pengen jajan.”kataku.
“Emmm ….. baiklah, let’s go.” Kata teman – temanku serentak. Setelah  kami  merasa  cukup  puas  kami  pun kembali ke kelas namun tak  terlintas  sedikitpun di benakku sebelumnya,  kalau hari itu adalah tugasku dan sahabat - sahabatku untuk membersihkan perpustakaan.
“Huuuh …. Malas  aku  kalau  udah waktunya bersihin perpus gini.”kataku. “Loh, memangnya kenapa Yuis bukannya asyik bersihin bareng sama temen – temen juga.”sahut Nisa.
“Iya sih tapi masalahnya bukan itu, selain debu tapi juga sesuatu yang menjijikkan juga selalu ada disana, itu tu kotoran tikus, kalian nggak jijik ya, hehehehe” jawabku  menegaskan. “Oh, iya ya terus gimana ya,  masalahnya hari ini memang tugasnya kita membersihkan, kalau  nggak mau, kita kan  di marahi plend.”upikpun menyahut.
“Emmmm …… ya  udahlah  mau  gimana  lagi coba, apalah daya kita harus melakukannya, kalau di kerjakannya bareng – bareng pasti kan terasa jauh lebih  ringan meskipun pada kenyataanya sulit sih, hehehe ……. “sahut Mifta sambil tersenyum.
“Ya udah kalau begitu, cemungut, fighting plend, okay,”kataku.
“We agree with you Yuis, my sweet and cute plend, hahahahaha …….” sahut teman – temanku.
Sesampainya di perpus kami pun segera bergegas  membersihkan, mulai dari menyapu, membersihkan jendela, hingga membuang sampah yang ada dalam perpus yang memang pada dasarnya kurang begitu terawat sehingga harus ada kesadaran diri sendiri dari masing – masing murid.
Di sela – sela kami tengah membersihkan perpus ada teriakan dari luar perpus, “Yuis, aku cinta kamu, aku sayang kamu, aku  mau sama kamu.” kata Deafry salah seorang cowok  yang  tengah  menyukaiku.
 Awalnya aku tidak merasa terganggu karena mungkin hanya sebuah lelucon  dari  beberapa  teman – temanku tapi ternyata semua itu tak seperti yang ku bayangkan. Suara itu semakin keras dan semakin menjadi – jadi akupun akhirnya  merasa  tak  nyaman  dengan  semua itu, karena banyak yang menyaksikan kejadian ini, sehingga aku merasa sedikit malu, juga mengganggu ketenangan kelas lainnya, yang  pada akhirnya aku pun memutuskan keluar dari perpustakaan dan memastikan apa yang sebenarnya terjadi dan apa maksud dari semua ini.
Saat aku  keluar ternyata  memang  ada salah seorang teman laki – lakiku yang tengah berdiri disana, kemudian akupun bertanya,
“Apa yang kamu lakukan disini, Deafry, mengapa kamu membuat keributan  seperti ini, bagaimana jika ada guru yang tau, apa kamu tak memikirkan hal itu sebelumnya”kataku.
“Maafin  aku Yuis, tapi  aku hanya ingin mengungkapkan apa yang tengah ada dalam hatiku kini padamu, apa aku salah ?????”
“Hemmmm …….. kamu  tak salah namun caranya bukan seperti ini, kamu ngertikan maksudnya aku, maaf bukan maksudku  menyinggung perasaanmu.”
“Iya, nggak papa aku  mengerti, oh ya, terus apa jawabnya dari pengakuanku padamu tadi, kamu mau kan ????”
“Hemmm ……… apa maksud kamu ???? maaf tapi aku nggak bisa denganmu, aku harap kamu tak membenciku.
“Baiklah aku mengerti, tapi aku tak akan menyerah cukup sampai disini.” Sambil bergegas pergi menjauh dariku, mungkin karena dia cukup kecewa dengan jawabanku. Setelah itu aku melanjutkan  menyelesaikan tugasku yang belum selesai tadi yaitu membersihkan perpus sekolahku tercinta hingga semua terselesaikan dan aku pun bergegas pulang.
Selang beberapa bulan, masalahku tadi mulai meredam, namun masalah timbul kembali dengan kehadiran sosok yang berbeda yang datang ke dalam hidupku yang juga tak pernah ku duga sebelumnya.
Suatu pagi yang sangat aneh bagiku dan sahabat – sahabatku. Dan semuanya berlangsung ketika pembelajaran berlangsung, aku  yang  tengah konsen dengan pelajaran hari ini menjadi sedikit terganggu dengan perkataan sahabatku.
“Yuis Yuis …, dengar aku.”kata Nisa
“Apa Nis, habis ini di marain guru kalau kita ngomong sendiri.”
“Huuuh ……… nggak nggak, eh kamu nggak nyadar  ya  kalau dari tadi ada yang merhatiin  kamu, apalagi nggak cuma hari ini, dia ngeliatin kamu muluk lo ?????”kata Nisa.
“Aaaaaahhhhhhhh ……….. kamu ini Nis, ada – ada aja, mang siapa sih yang  merhatiin  aku, pasti kamu  ya, kenapa aku sweet and cute yaah, hahahaha …… “kataku sambil bergurau.”
“Eh  kamu ini di bilangin  nggak  percayaan, tu lo Helmy yang liatin kamu, coba deh kamu gantian liat dia, pasti nanti dia salting deh.”kata Nisa
“Emmmm …….. ya dah, ni karena aku di suruh sama kamu ya.”jawabku
Sambil melihat Helmy yang tengah di duduk di bangku depan, tak ku sangka dia melihat ke arahku lagi dan akhirnya aku bertatapan dengannya, dengan tersipu malu dia tersenyum padaku, aku pun membalasnya dengan senyuman kecil yang terpaksa aku lakukan.
“Tu  kan  bener  anaknya  jadi salting gitu ma kamu, ciyeeee ….., kayaknya Helmy suka deh ma kamu Yuis.”kata Nisa
“Aaaah ….. nggak usah bercanda dah, mana mungkin, kamu aja yang keburu  mengartikan sikapnya yang aneh itu, udah ah nggak usah di bahas lagi yaah, okay my plend, please ……… “kataku
“Emmm ….. okay okay.”kata Nisa.
Tak lama kemudian  hanya  selang beberapa hari tepat pada hari valentine yang  katanya  sih  hari kasih  sayang  tapi aku tak pernah memperdulikan akan hal itu, berbeda dengan teman – temanku yang antusias sekali.
Pagi itu aku berangkat agak kesiangan untungnya sih aku nggak telat, sesampainya di kelas aku  merasa ada yang aneh dan sahabat – sahabatku juga bersikap aneh, mereka tersenyum tanpa sebab padaku, seperti biasanya aku hendak memasukkan  tasku pada laciku, pikirku kenapa tasku nggak bisa masuk ke  laci, akhirnya aku menengok ke dalam  laciku, ternyata ada bingkisan berwarna biru, warna yang  memang  menjadi favouriteku, namun aku masih tak tau  isinya, aku  menjadi  sangat  penasaran, akhirnya aku membuka bingkisan itu di depan sahabat – sahabatku, ternyata isinya sebuah boneka berwarna biru dan juga sepucuk surat yang juga berwarma biru.
Di sisi lain aku  masih  merasa bingung, aku masih  terus bertanya – tanya dan akhirnya aku pun membaca surat tersebut yang ternyata itu semua dari Helmy, dan sahabat – sahabatku udah tau sebelumnya, kalau itu pemberian dari Helmy. Aku membacanya perlahan hingga di ujung suratnya yang membuatku kaget yang luar biasa ternyata apa yang di pikirkan oleh sahabat – sahabatku selama ini  benar  kalau Helmy benar – benar menyukaiku, dalam benakku masalah yang lalu aja belum sepenuhnya selesai, tapi udah datang masalah berikutnya, aku harus jawab apalagi pikirku. Saat aku selesai membaca surat itu bel tanda masuk berbunyi.
Semuanya tetap berjalan seperti biasanya, tiba waktunya istirahat, aku pun beruding dan  meminta  pendapat pada sahabat – sahabatku apa yang harus ku lakukan.
“Aku harus gimana masalah dengan Deafry aja belum sepenuhnya selesai, kalian tau sendiri kan, sekarang di tambah lagi Helmy, aku bingung.”kataku.
“Udah Yuis terima Helmy aja ya ya ya, dia kan baik, ganteng, imut lagi, kurang apalagi coba dia juga sayang banget lo ma kamu.”kata Mifta salah seorang sahabatku.
“Ya Yuis, kapan lagi coba kamu dapet cowok baik dan perhatian kayak dia lagi, ntar kamu nyesel lo.”sahut Nisa yang juga sahabatku.
“Kalian semua ini bukan nyari solusi tapi malah nyuruh aku ma Helmy, aku tu sama sekali nggak suka ma keduanya, aku nggak mau pacaran dulu, aku masih terlalu dini untuk mengenal ini semua, apalagi mereka berdua berteman gimana kalau pertemanan diantara mereka berdua  akhirnya hancur cuma gara – gara aku, aku nggak mau itu terjadi.”kataku sambil mulai meneteteskan air mata karena aku merasa terpojokkan oleh saran sahabat – sahabatku.
“Tapi aku  terlanjur  bilang  sama  helmy kalau kamu bakalan nerima dia Yuis, maafin aku.”kata Nisa
“Apa !!!  kamu bilang kayak gitu,  kamu nggak tanya dulu ma aku, kamu nggak mikirin perasaanya aku ya, ya udahlah semuanya udah  terlanjur dan aku harus bilang sejujurnya meskipun pahit dan mungkin nantinya aku akan di benci olehnya, itu konsekuensi yang harus ku terima.”
“Baiklah, maafkan  kami ya Yuis, semuanya terserahnya kamu sekarang, kami akan mendukung seluruh keputusanmu.”kata sahabat – sahabatku mencoba menenangkanku.
Akhirnya tak lama kemudian Helmy pun menemuiku dan mengungkapkan seluruh isi hatinya yang selama ini di pendam  dan sengaja di sembunyikan dariku, setelah dia menjelskan panjang lebar kepadaku, tiba saatnya dia menanyakan kepastian itu padaku.
“Gimana Yuis mau kan ????”kata Helmy
“Helmy, kamu memang cowok  yang  baik tapi  maaf aku nggak bisa, aku ingin konsen dengan sekolah dulu dan aku juga nggak di bolehin buat pacaran sama ortuku, aku takut, maafin aku, aku harap kamu mengerti akan posisiku saat ini.”jawabu.
“Tapi aku tak main – main dengan perasaanku ma kamu Yuis, Please ….. u must believe with me Yuis, I really love u so much,”kata Helmy mencoba meyakinkanku,.
“I really  believe to u, but I can’t with u, maaf  tapi Yuis beneran nggak bisa ma Helmy, maafin Yuis, kamu pantas dapat  yang jauh  lebih baik dari Yuis, sekali lagi maafin Yuis ya Helmy.”
“Baiklah  kalau memang Yuis nggak bisa sama Helmy untuk saat ini tapi hati Helmy kan selalu untuk Yuis.”sambil beranjak pergi meninggalakanku dengan raut muka yang teramat kecewa kepadaku.
Mulai saat itu Helmy pun mulai menghindar dariku dan memutuskan untuk menjauh dariku, karena dia benar – benar merasa terluka karnaku, di sela – sela waktuku aku mengirim surat padanya sebagai tanda maaf dariku, namun di awal memang dia tak memperdulikan permohonan maaf dariku.
 Namun lama kelamaan seiring berjalannya waktu, dia mulai bisa sedikit membuka hatinya lagi untuk tetap berteman baik denganku meskipun semuanya tak bisa seindah  dulu lagi,  saat aku benar – benar akrab dengannya seperti seorang kakak beradik, sebelum pada akhirnya aku tau akan yang rasa yang berbeda yang telah tumbuh di hatinya tanpa ku duga dan semua itu bukan sebuah mimpi ataupun sebuah  lelucon  seperti apa yang aku  pikirkan sebelumnya.
Semua itu terjadi bukan karena keinginanku ataupun keinginannya. Semua terjadi begitu saja dan  benar – benar membuatku dilema dan serba salah. Akhirnya aku  harus memutuskan apa yang memang terbaik untuk semuanya dan jawaban dari semuanya adalah dengan hanya berteman baik dengan mereka dan tak lebih dari itu , dan aku tak memilih salah satupun dari mereka berdua, itulah mungkin yang akan membuat semuanya akan lebih baik menurutku, meskipun tentunya cukup menyakitkan bagi ,mereka berdua.
Tiba saatnya aku harus berpisah dengan sahabat – sahabatku dan juga laki - laki yang  menyayangiku, akupun  meninggalkan  seluruh kenangan bersama mereka di sekolahku  tercinta itu, di saat – saat terakhir kami, kami  menghabiskan waktu bersama pada waktu liburan guna menghilangkan seluruh penat yang ada.
Finally, all change be better, although i  know  that difficult to accept by them, i can’t forget it, and all will saved in my memory as funny story in my live. Thanks a lot for your love to me and forgive me for all my mistake to you.

The End :)


Kamis, 31 Oktober 2013

fisika is fun

Nama : Fitri Wahyu Islamy
NIM : 131810201056

5-52)
                                             F = 30 N


Diketahui  :   koefisien gesekan antara balok – balok dan meja adalah  0,3
F  = 30 N
m1  =  4 kg
m2  =  5 kg
Ditanya :  a  = . . . ?
T  = . . . ?
Dijawab : 
F  =  m x a
F – f – f  =  m x a
F – (μ x N)-(μ x N) = m x a
F – (μ ( m x g)  )-(μ (m x g)) = m x a
30 -  ( 0,3 ( 4 x 9,8) ) – ( 0,3 ( 5 x 9,8 ) ) = 9 (a)
30 – 14,7 – 1,76 = 9 a
3,54  =  9 a
     a  =  3,54/9  = 0,393 m/s2
Maka percepatan dari balok adalah 0,393 m/s2

F   =  m x a
30  =  (4 + 5) a
30  = 9 a
a    =  30/9  = 3,33 m/s2
T   =  m x a
 =  4  x  3,33
 =  13,3 N
Maka tegangan di tali yang menghubungkan balok – balok adalah 13,3 N
6-47)   Diketahui :  mbenda  =  500 kg
h  =  20 m
t  =  60 s
Ditanya : Daya rata – rata . . . ?
Di jawab :
Usaha =  (mg)(h)
=  (500 x 9,8 )(20)
=  98000 J
=  98 kJ
    P    =  Usaha/waktu 
 =  98/60
 = 1,63 kW
Maka daya rata – rata mesin  itu adalah 1,63 kW

6-48)     Diketahui :  P  =  40 hp
v  =  15 m/s
 Ditanya : Fhambat . . . ?
 Di jawab :
P  x  (1 hp)/(746 w)  = 40 hp
P        =  40 x 746
=  29840 W
P        =  F x V
F        =   P/V
=  29840/15
=  1989,33 N
=   1990 N
Maka gaya hambat yang di alami mobil tersebut adalah  1990 N





6-49)   Diketahui : m  =  1000 kg
 v  =  20 m/s
(mobil melaju di atas tanjakan (h) 3% dan mengabaikan gesekan)
Ditanya : Berapa hp-kah (Daya) mesin mobil itu ?
Dijawab :
h  =   3/100  =  0,03 m
Usaha   =  (mg)(h)
 =  (1000 x 9,8)(0,03)
 =  294 J
P   =  F x v
=  294 x 20
= 5880 W
=  5880 x 1/746
=  7,88 W
=  7,9 hp
Maka daya (hp) mesin mobil itu adalah 7,9 hp

















6-50)   Diketahui :  m  =  900 kg
Pmax  =  40 hp
v  =  130 km/jam
 =  130000/3600
=  36 m/s
Ditanya :  Fgesek . . . ?
Di jawab :
P  x  (1 hp)/(746 w)  = 40 hp
P   =  40 x 746
=  29840 W
P  =  F x V
       F  =  P/V
=   29840/36,11
=  826,3 N
=   826 N
Maka gaya gesek yang mengganggu gerakan roda tersebut adalah 826 N

6-51)   Diketahui :   v =3000kg/menit  =  (3000 kg)/(60 s)  =  50kg/s
Maka m = 50 kg, t =  s
h   = 120 m
Pguna   =  80 % P
Ditanya : Hitunglah hpnya (Pguna) . . . ?
Di jawab :
P =W/t⟹ W  =  Ep  =  mgh =  (50)(9,8)(120)
=  58800 J
P  =  58800/1  =  58800 J
Pguna  =  80 % P
=  80/100 x 58800
=  47040 W           47040  x  1/746  hp  =  63,05 = 63 hp
Maka hp (Pguna) nya adalah 63 hp
6-52)   Diketahui : P = 40 hp
  = 40 x 476
  =  29840 W   
v =  15 m/s
              μ=0,15
Ditanya :  m . . .  ?   
Di jawab :
P  =  F x v
F  =  P/v⟹μN=P/v
           ⟹μmg=P/v
          ⟹m=P/μgv= 29840/((0,15)(9,8)(15))=29840/22,1  = 1350,2 = 1350 kg
Maka m benda tersebut adalah 1350 kg

6-53)   Diketahui :  m  =  1300 kg
v  =  30 m/s
t  =  12 s
                               θ=15˚
Ditanya :  P . . . .?
Di jawab :
  a= (v-v_0)/t  =  30/12 = 2,5 m/s2
                              F=M.a=1300.2,5=3250 N
                             P= v.F sin 15˚
=  (30)(3250)(0,25)
=  24375 W              24375/746 = 132 hp
Maka tenaga kuda minimumnya adalah 132 hp